Pages

Tuesday, March 25, 2008

A sense of death

Dalam film Final destination, kematian digambarkan sebagai sosok bernyawa yang terwujud dalam berbagai kejadian di lingkungan yang mengincar nyawa manusia. Kesan dari film ini sepertinya di mana-mana tidak aman, meskipun ketika sendirian, kabel lampu bisa saja mengalami koslet lalu terhubung ke genangan air di wastafel tempat kita mencuci, atau tiba-tiba saja ada truk menyambar ketika menyebrang jalan. Film ini memiliki ide yang cerdas dan mengundang imajinasi namun meninggalkan rasa hampa, saat kita tidak tahu kemana harapan atau tumpuan di kala takut. Well, tentu saja, film tergantung pada siapa yang membuatnya, kan?

Namun, kematian seorang sahabat, selalu berkesan, meninggalkan getar degup jantung dan haru hingga bulu roma berdiri. Dan yang tertinggal, adalah ingatan tentang amalan-amalannya yang membuat pendengarnya merasa malu atas sedikitnya amal yang dikerjakan dibandingkan yang telah menghadap-Nya lebih dulu..

Festy,

Nama yang begitu berkesan, semakin berkesan sekarang

Tak sekalipun aku menemuimu atau mengingatmu

Melainkan kau dalam keadaan tersenyum dan penuh kebahagiaan

Andai aku sempat mengenalmu lebih dekat, dik,

Tak pantas aku disebut mentormu, meski ingin kubertatap muka denganmu lagi

Engkau anak tunggal saja, aku sudah lupa

Di mana rumah mu, aku tak tahu

Bagaimana keluargamu, aku tak kenal

Malah baru setelah kau pergi, baru aku mengenalmu

Dik, aku rindu sekali padamu..

Andai aku bisa bersamamu di saat-saat terakhirmu

Tuk membisikkan ‘laa illaha ilallah..’

Memberimu bekal lebih banyak

Membagi apa yang kudapat

Tapi aku sudah terlanjur belajar lebih banyak darimu dik.

Aku tak ingin berandai-andai

Aku hanya,

Rindu sekali padamu, dik..

Boleh kan?

3 comments:

Anonymous said...

hhhmm...mengingat kematian memang membuat 'takut". mengingat sahabat, teman atau adik yang sudah 'tidak" ada membuat terenyuh ...

_anonim_

Anonymous said...

lesly............
pengen donk nonton film ini
boleh pinjem? =p

Lesly Septikasari said...

to _anonim_ : seulas kenangan tentang adik angkatan ku tersayang, semoga membantu kita mengingat kematian..

to teh detri : punten, saya ga punya filmnya. pinjem ke film rental :D