Sabtu, 2009 Juni 27

Konsistensi


Baru saja pagi ini melewati pasar dan area jogging dan rekreasi hari libur. Menyenangkan melihat keramaian; orang berdagang, olah raga, jajan plus ngabring sama keluarga atau teman-teman. Menunjukan betapa berwarnanya hidup ini.

Sampai pada suatu kejadian, ada seorang ibu di depan gerobak tukang kacang ijo, membunyikan mangkok dengan sendok. Saya kira sedang jualan, sampai ibu ini bilang, 'Mang, mang, iyeu kacang hejo bade diical moal?? icalan henteu?'
translasi : 'Pak, ini kacang hijau mau dijual tidak?? jualan ga?'

Ooh ternyata ibu ini sedang memanggil yang punya gerobak.
Lucu juga. Apa si mang nya ga takut gerobaknya dicuri akibat ditinggal-tinggal begitu? tapi mungkin memang tidak, masyarakat disini cukup solider, plus kalo pun ada yang berani maling pasti juga takut dikeroyok massa yang bisa jadi lebih seram daripada polisi.

Jadi kepikiran, ‘Coba si mang nya ada, kan rejeki tuh.’
Lebih jauh lagi, terpikirkan bahwa sering juga saya mengalami hal-hal seperti itu. Ketika ingin membeli sesuatu penjualnya tidak ada, ketika sudah doyan jajanan tertentu ternyata jadwal buka-nya tak tentu atau pemiliknya sudah keburu gulung tikar. Alangkah banyak rejeki yang dinanti ternyata terlewat hanya karena tidak di tempatnya.

Ini bukan perkara berjodoh atau tidak dengan rejeki, tapi seringkali ketidak-konsistenan menyebabkan kerugian yang seringkali tidak disadari. Memang tidak mudah bersikap konsisten, bertanggung jawab pada pilihan yang sudah diambil dan tekun menjalani rutinitas sebagai konsekuensinya. Terutama dalam industri makanan, konsistensi adalah hal yang penting ; konsisten terhadap konsep, konsisten terhadap jadwal buka, konsisten (standar) terhadap rasa dan tampilan masakan, dan konsisten melakukan inovasi.

Dalam islam kita mengenal istilah ini sebagai Istiqomah, namun tak saya ulas banyak di sini. Cukuplah kutipan dari blog ini (rara-banget.blogspot.com) saya tambahkan,

Istiqomah adalah anonim dari thugyan (penyimpangan atau melampau batas). Ia bisa berarti berdiri tegak di suatu tempat tanpa pernah bergeser, karena akar kata Istoqomah dari kata “qamma” yang berarti berdiri. Maka secara bahasa, Istoqomah berarti tegak lurus. Sikap teguh pendirian dan selalu konsekuen.

Muslim yang beristiqomah adalah muslim yang selalu mempertahankan keimanan dan aqidahnya dalam situasi dan kondisi apapun. “Maka tetaplah (istiqomahlah) kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”. (QS 11 : 112).
Istiqomah menimbulkan keberanian. Pemberani bukan nekat tanpa perhitungan. Keberanian yang timbul dalam istiqomah didasari pertimbangan matang dan penuh perhitungan untuk meraih ridha Allah.

Minggu, 2009 Mei 24

Abstrak

Finally i've had my second graduation at sabuga at 18 april 2009 ago. Here i share some of my study abstract. Being a graduated student was something really great and also tiring, we can sponge many science and skill. Here i share my abstract, actually i haven't found my goals in this research, but the study continue even after i have graduated.

Abstrak


Tiga senyawa aromatik dan satu senyawa yang diketahui sebagai 4’,6-dihidroksi-4-metoksibenzofenon-2-O-glukosida telah diisolasi dari fraksi etil asetat dan n-butanol ekstrak etanol buah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa (scheff.) Boerl) dan diuji aktivitas penangkap radikal bebas secara in vitro.


Uji aktivitas penangkap radikal bebas mengikuti metode Blois menggunakan DPPH (1,1-diphenyl-2-picryl Hydrazyl) secara spektrofotometri. Ekstrak etanol, fraksi n-heksana, fraksi etil asetat, fraksi n-butanol, fraksi sisa air, dan asam askorbat sebagai pembanding memberikan IC50 secara berurutan : 82,93; 217,38; 56,48; 111,12; 180,55 dan 3,22 mg/ml. Sementara isolat PM 1, PM 2, PM 3, dan PM 4 memberikan IC50 secara berurutan 492,92; 626,60; 102,96; dan 285,85 mg/ml.


Dari data spektrum Ultraviolet, IR, NMR-H dan NMR-C, isolat PM 1 merupakan suatu glukosida yang memiliki kerangka benzena yang tersubstitusi para, tidak memiliki ikatan karbonil sebagaimana 3 isolat lainnya. Isolat PM 3 merupakan suatu senyawa aromatik dengan rantai samping alkil. Dari spektrum UV dan IR Isolat PM 4 diduga merupakan suatu flavonol.


Kata kunci : Mahkota dewa, Phaleria macrocarpa, DPPH.



Abstract


From the ethyl acetate and n-buthanol fraction of ethanol extract of mahkota dewa (Phaleria macrocarpa (scheff.) Boerl), 3 aromatic compounds and 1 known compound (4’,6-dihydroxy-4-metoxybenzofenone-2-O-glucoside) were isolated. To estimate the activity of antioxidant from the isolated compounds, the use of the stable free radical 1,1-diphenyl-2-picryl Hydrazyl (DPPH) spectrophotometrically was applied.


The IC50 for ethanol extract, n-hexane, ethyl acetate, n-buthanol, water fraction, and ascorbic acid as standard were shown respectively by 82.93; 217.38; 56.48; 111.12; 180.55, and 3.22 mg/ml. While IC50 of PM 1, PM 2, PM 3, and PM 4 were 492.92; 626.60; 102.96; and 285.85 mg/ml.


Based on the ultraviolet, infrared, 1H-NMR and 13C-NMR spectra, PM 1 was characterized as a glucoside with p-substituted benzene and no carbonyl. An aromatic compound with an alkyl chain was characterized for PM 3. while PM 4 was pressumed as flavonol.


Keywords : Mahkota dewa, Phaleria macrocarpa, DPPH

Kamis, 2009 April 30

Just a friend

Siapakah teman itu?
Ia hadir ketika kau berusaha menjadi teman dan mendengar ketika kau berusaha mendengarkannya
Terkadang kau ragu apakah ia tulus atau tidak, namun waktu akan membuktikannya
Terkadang ia terasa jauh, padahal ia akan segera datang begitu kau memanggilnya
Terkadang ia seperti terdiam, padahal ia sedang berusaha menyelesaikan masalahnya agar tidak merepotkanmu
Teman tidak akan segan dimintai bantuan, pun kau tak akan ragu padanya, bahkan kau tidak akan berpikir 2 kali jika ia butuh bantuanmu
Adapun teman sejati, ia adalah orang yang akhirnya membuatmu sadar kalau kau adalah orang paling kesepian di dunia jika ia tidak ada
Sungguh, tak ada jalan yang terlalu panjang selama ada seorang teman di sampingmu

Minggu, 2009 Februari 22

O Opini

Alhamdulillah.

Rupanya bisa juga posting blog ditengah tuntutan menyetor tesis.. tapi itu sebagai pemicu sebenarnya. Berhubung rada enggan menulis, jadi nulis bahan blog dulu, hitung-hitung pemanasan sebelum bahasan yang lebih serius.. alhamdulillah berhasil menangkal godaan main game, nonton atau tidur ;p

Well, terdapat banyak sekali peristiwa di awal tahun ini;

Garis gaza. akhirnya semua mata dunia bisa melihat apa yang terjadi di sana. Para pemimpin dunia bersuara, Insya Allah semua itu bukan lagi hal yang kecil. Saya pun turut bangga dengan sikat Indonesia dari mulai pemberitaan yang berimbang, dukungan (meski masih) vokal dari pemimpin sampai bantuan kemanusiaan dan kesiapan menjadi pasukan penjaga perdamaian di sana (palestina sangat menyambut kita). Kini, dunia bisa melihat siapa Israel, siapa Hamas dan apa yang mereka bangun di sana. Ada juga yang sudah dengar pidato keras dari PM Erdogan terhadap PM Ehud Olmert mengenai 'gaza holocaust' ini, membuat saya sangat salut padanya.

Obama. Masih saya ingat ketika ia mengucapkan sumpah di acara ‘inaugurasi Obama’, dari awal disorot kamera tak pernah sebelumnya melihat obama begitu gusar bahkan sempat salah mengucap sumpah. Pidatonya, sebagaimana sudah dinanti, memang mengesankan. Optimisme dan harapan serta trust yang jelas ingin ia bangun, namun juga beban berat yang tersirat dari sikap gugupnya. Memangnya mudah menjadi ‘Hero’? Begitu terpilih, ada cela sedikit saja, bisa dengan mudahnya dijatuhkan dalam opini media. Kita harap saja solusi bantuan ekonomi bisa membuat ekonomi amerika bangkit. Bukan pembelaan, hanya saja, adalah realita dengan sistem ekonomi global saat ini, jika amerika jatuh, maka perekonomian dunia akan terseret.. ribuan pengangguran baru dan penutupan cabang usaha amerika bulan lalu cukup sering menghiasi berita di tv. Jika ingin mengembalikan kesejahteraan umat tentu diperlukan usaha yang lebih cerdas daripada sibuk beropini menjatuhkan ekonomi kapitalis. Sayang sekali sikap obama mengenai perang gaza sangat jauh dari harapan, terang-terangan membela Israel. Sebagai sama-sama kubu yang menang secara demokratis, seharusnya Obama dapat bersikap lebih berimbang terhadap Hamas.. tapi, memang tidak mudah untuk menjadi seideal itu bukan. Mungkin saja Obama sudah paham mana yang benar, tapi karena lingkungannya ia tidak bisa berbuat sekehendaknya, mungkin juga ini sebab ia menjadi gugup waktu inaugurasi.. husnudzonnya begitu -_-

SBY-JK. Putus nyambung putus nyambung putuss..
Perang iklan antar partai kini yang semakin seru. Iklan-iklan ini bisa bertarif 40 juta- 2M lho untuk biaya pembuatannya saja, belum penyiarannya... Plus perang isu dan komentar untuk menanggapinya. Termasuk SBY-JK ini, bukankah presiden dan wakil sebagai sesama pemimpin pemerintahan harus solid? Cukup kontroversial memang, mengingat mereka juga fungsionaris partai.. coba kalo sudah jadi pejabat lepas dari kepengurusan partai, tarikan dan friksi semacam ini tidak akan ada.

Tapi kalo lihat iklan PKS, saya perhatikan lumayan semakin cerdas sekarang. Awalnya iklan-iklan partai bernomor 8 (di POjok KANan aTAS surat suara) ini iklan-iklannya begitu ’garang’ dan mengundang kontroversi. Mungkin untuk menarik perhatian massa dan peluang diundang tv gratis kali ya (maklum, Partai Kantong Sendiri) ;p

Iklan-iklannya sekarang ada yang ambigu, tapi lebih ke kreatif dan edukatif, mungkin supaya lebih friendly jadi menetralisir dampak iklan sebelumnya yang terlanjur buat PeKaSe jadi bahan omongan. Kalo kata modelnya si (eh, modelnya cantik lho) supaya bisa jadi : Pilihan Kita Semua..

Peace.

Isu lain yang mengemuka di berita :

Banjir semakin merata di seluruh indonesia, sungai bengawan solo, ciliwung, mahakam meluap

Ponari, nurrohmah and the magic stones, fenomena kegagalan pemerintah yang dalam memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat miskin. Ponari yang sudah sebulanan tidak sekolah ini menjadi komoditas dagang yang ternyata bisa menghidupi keluarga, minimal 500 juta sudah dikantong, jadi masih perlukah sekolah ? miris

Pesawat amerika menabrak sebuah rumah, sesaat sebelum mendarat. Sekitar 44 penumpang dan 1 orang penghuni rumah tewas. Kematian bisa datang kapan saja, coba apa yang terbayang di pikiran seorang penghuni rumah itu, tiba-tiba saja dihantam pesawat. Semoga kita sampai pada husnul khotimah.

Semakin banyak fenomena alam di indonesia: tanah panas, mata air dan gas panas, dan sumber lumpur (lapindo) baru.. kalo dilihat dari Indonesia yang memang banyak pegunungan vulkanik, mungkin tidak aneh, namun kenapa ya, baru muncul sekarang-sekarang?

Facebook sudah kamamana dan dimamana, tapi untuk saat ini saya tidak akan buat dulu, masih friendster dl. Sorry to dissapoint some of you, many thanks for your opinion.

Regards.

(tapi ko, dibandingkan tesis, lebih banyak blog yang ditulis ya .. )

The Hidden Touch



Syukur itu bisa kita lakukan dengan menjaga dan memelihara setiap karunia dan sumber-sumbernya. Terdapat banyak kebaikan dari orang-orang yang dapat dikatakan ilmunya atau atau status ekonominya kurang dari kita yang justru menjadi sumber pelajaran bagi kita. Sentuhan-sentuhan tersembunyi ini seringkali baru disadari setelah kita mengadakan kontemplasi, atau justru secara serta merta tanpa orang yang menjadi sumbernya itu menyadari betapa besar makna kebaikan sederhana yang ia lakukan untuk kita.

Apabila kita mengakui bahwa setiap sentuhan itu adalah karunia maka ia tidak cukup sekedar dikenang dan dihormati. Tapi kita perlu menjaga dan memeliharanya,

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat pedih.”


Jika kita berdiri hari ini dalam suatu posisi dan status tertentu tentu itu karena takdir Allah dan ada banyak kebaikan orang yang sejatinya mengantarkan kita pada posisi sekarang ini.
Ulasan ini saya dapat dari Majalah Tarbawi, saya re-pro karena menceritakan salah satu aspek seorang leader humanis yang pernah saya liput sosoknya, yaitu Konusuke Matsushita. Seorang pemimpin yang tidak pernah lupa bagaimana ia sampai pada posisinya saat itu, pula seorang humanis yang egaliter ...

Di tahun 1929, terjadi depresi ekonomi global. Surat saham tak lebih nilainya seperti kertas biasa. Saat itu, General Motors terpaksa mem-PHK separo dari 92.829 karyawannya. Perusahaan besar maupun kecil bangkrut, jutaan orang menjadi pengangguran, dan jutaan lainnya kelaparan. Kepanikan terjadi dimana-mana.

Saat itu, Konosuke Matsushita yang memproduksi peralatan listrik bermerek National dan Panasonic baru saja merampungkan pabrik dan kantor dengan pinjaman dari Bank Sumitomo. Kondisi badannya sering sakit-sakitan akibat gizi yang kurang di masa kanak-kanak, ditambah lagi dengan kerja 18 jam sehari, 7 hari seminggu selama 12 tahun merintis usahanya. Hanya semangat hiduplah yang membuatnya bertahan. (perhatikan, selanjutnya dikisahkan bahwa matsushita baru pensiun di usia 94 tahun).

Dengan punggung bersandar ke tembok rumah, Matsushita mendengarkan perekonomian yang terus memburuk ketika manajemennya datang menjenguk. Namun dengan enteng ia menanggapi, “Kurangi separuh produksi tapi jangan mem-PHK karyawan. Kita akan mengurangi produksi bukan dengan merumahkan pekerja, tetapi dengan meminta mereka untuk bekerja di pabrik hanya setengah hari. Kita akan terus membayar upah seperti yang mereka terima sekarang tetapi kita akan menghapus semua hari libur. Kita akan meminta semua pekerja untuk bekerja sebaik mungkin dan berusaha menjual semua barang yang ada di gudang.”

Matsushita yakin dengan kebijakan yang diambilnya, demi kelangsungan hidup anak-istri karyawannya, akhirnya mampu menghasilkan terobosan yang manusiawi pada masa depresi ekonomi tersebut. Kebijakannya kepada para karyawan mendapat hasil yang manis 16 tahun kemudian, ketika perang dunia II berakhir. Ketika itu Jendral Douglas Mc Arthur yang mengendalikan Jepang, menangkapi semua pengusaha Jepang untuk diadili karena keterlibatan mereka selama perang. Pada kurun 1930-an para pengusaha Jepang, termasuk Matsushita, mendapat tekanan rezim militer Jepang saat itu untuk memproduksi senjata dan logistik militer lainnya. Maka Matsushita ditangkap. Sekitar 15.000 pekerja bersama keluarganaya membubuhkan tanda tangan petisi pembelaan untuk Matsushita. Jendral Mc arthur pun tercengang oleh petisi tersebut dan akhirnya membebaskan Matsushita.

Tidak ada pemilik usaha dan pimpinan industri sebelum perang dunia kedua yang diijinkan Mc Arthur kembali ke pekerjaannya kecuali Matsushita. Dan dia terus memimpin perusahaannya sampai menjadi raksasa elektronik dunia, ia baru pensiun di tahun 1989 pada usia 94 tahun.

Kita mesti belajar untuk lebih menghargai, mengakui, mensyukuri dan menjaga sentuhan-sentuhan yang pernah kita terima. Sebab meski tersembunyi, kita telah merasakan manfaat yang besar dan karena itu kita sampai di sini.

Perasaan bangga diri hanya akan menghalangi kita untuk mengambil banyak kebaikan dari orang lain, sedangkan kesediaan untuk mengakui dan selalu belajar akan memberi kita jalan untuk merenungi kesalahan-kesalahan. Orang yang merasa cukup dengan dirinya sendiri seringkali tak mampu menerima perbaikan-perbaikan yang diarahkan kepadanya karena merasa besar diri..

Semoga kita dapat mengambil hikmahnya ^_^

Sabtu, 2008 Desember 27

Nge-Fesbuk


Lesly.. buruan nge-face book!!

waduh, sarana gaul online apalagi ini? Tertarik pas tri n Pa Arif yang mulai bahas ini, orang2 penting punya, para marketer, blogger n online-ers (bahasa apapula ini :p) sampe menteri juga ada. Oya sempat masuk E-life style metro tv juga, ternyata situs jejaring seperti ini banyak banget, tidak hanya friendster atau hi5. beberapa rekan menyarankan (kalau tidak bisa dibilang fully encouraging) untuk segera membuat face book, ini dia opininya :

Ya seru aja, bisa tahu aktifitas orang/temen

Sarana membangun pasar, untuk personal yang punya perusahaan apalagi bisa buat promosi plus membangun kepercayaan orang

Supaya orang bisa tahu kabar ter-updatemu

Si fulanah aja punya, trus si ini n si itu, masa lesly kagak??

hm.. barangkali alasan saat ini lebih karena mengikuti kata guru saya, Mr. Sherlock Holmes, " Lesly, ga usah semua kamu ambil, nanti hal lain yang lebih penting ga bisa masuk ke otakmu, hayo.. tesismu udah berapa halaman? Trus itu partner2 mu ga nge-face book juga masih bisa konek. Nanti otakmu kepenuhan, kudu update terus pula. kumaha?"

Begitu kata Mbah Sherlock, bagaimana kawan? ada saran lagi saya nge-face book atau ga ?


Minggu, 2008 Desember 14

AIDS n Drugs, so close..

Sambil mengerjakan PR, ngupingin Kick Andy di Metro TV.. cuma saya sedang malas browsing data pelengkap, jadi reportasenya pake kamus “Saka” saja alias Sakainget hehehe..

Terapi metadon

Metadon adalah suatu opiat sintetik, bersifat seperti heroin dan morfin, sehingga dapat menjadi pengganti kedua narkotik tersebut atau lazim disebut sebagai terapi pengganti. Kelebihan metadon adalah dapat diberikan secara oral sehingga dapat menghilangkan risiko penularan penyakit AIDS lewat suntikan. Dari Riset S3 ibu Beby Jim sebagai narasumber, sebanyak 50% pecandu narkoba adalah pemakai jarum suntik, dan 80% pemakai jarum suntik terinfeksi AIDS. Metadon diserap dengan baik secara oral dan memberikan efek yang cukup selama satu hari. Dosisnya juga dapat diatur sehingga pecandu terhindar dari overdosis. Selain itu, metadon juga aman untuk ibu hamil.

Ibu hamil penderita AIDS berkesempatan melahirkan bayi normal sehat. HIV ditularkan selama kehamilan, saat proses kehamilan (terutama secara operasi), dan ketika menyusui yang semuanya dapat dicegah. Ini hal yang baru saya tahu lho...

Metadon dapat diberikan di puskesmas. Calon terapi metadon dirujuk ke dokter terlebih dahulu dan diberi resep. Antrian metadon ternyata cukup banyak, dan tempatnya terbuka. Ini menunjukkan bahwa pasien narkoba juga sama dengan pasien-pasien lainnya. Perlu ditekankan bahwa mereka bukanlah kriminil melainkan korban. Dan memang kebanyakan pecandu narkoba-AIDS demikian. Ini juga melatih pasien terapi metadon untuk lebih ’sosiable’ dan optimis pada peluang kesembuhan. Pasien juga disarankan menjalani hidup sehat. Makan yang bergizi dan berolah raga seperti halnya orang sehat.

Demikianlah mitos AIDS penyakit mematikan (jiwa raga) sebenarnya bisa dibantah.

"Siapa emang lo, yang belum merasakan dunia pergaulan narkoba, berani ngomong begini? Lo ga tahu sih rasanya!"

Barangkali itu yang akan dikatakan oleh pecandu narkoba-penderita AIDS kepada orang yang berulang memasukkan mereka ke rehab namun gagal, atau yang bisanya ngomong doang kaya saya. Seorang mantan pecandu, namanya Sekar Wulan dari LSM STIGMA, ternyata serius menanggapi kata-kata tersebut, yang dilontarkan ketiga saudara laki-lakinya yang ternyata pecandu, penasaran kenapa mereka ga sembuh-sembuh, malah memancing wulan menjadi pecandu, namun alhamdulillah dia bisa menunjukkan kalau pecandu bisa sembuh, bahkan berbuat lebih lewat LSM yang dirintisnya. Muda dan berkontribusi, plus cantik, keren lah..

Atleast, semoga tulisan ini bisa menjadi ’echo’ dari para dokter, LSM, keluarga, dan ribuan bahkan lebih pecandu yang dapat sembuh dari narkoba. Mereka bisa sembuh, dan kembali memaknai hidup, bahkan dengan cara yang orang sehat sekalipun belum bisa. Juga kepada yang bukan pecandu, bahwa hal ini riil terjadi di sekitar kita, maka jika ada peluang untuk berbuat, bersegeralah...!

Di akhir tulisan ini…
Aargh.. saya lupa mengakses kickandy.com dan melewatkan peluang berburu buku ‘It Happened to Nancy’ .

Ha ha