Monday, November 15, 2010
Pembeli Yang Istimewa
Wednesday, October 13, 2010
Penantian dan Perjumpaan
Itulah jumlah undangan pernikahan terbanyak yang kuterima untuk 1,5 bulan ke depan. Duhai, kapankah giliranku... ? Ketika sahabat-sahabatku menikah, akupun berbahagia, hanya saja ada sedikit rasa, skor ku kalah 0-1, 0-2, 0-...
Ah, demikiankah syaithon membisikkan rasa was was ke dalam hatiku? Alangkah dangkalnya keimananku. Kata orang-orang, usiaku masih muda, namun rasanya sudah ada deadline menikah berputar di atas kepalaku. Kala menerima undangan dan menghadiri walimah, sesekali perasaan itu menggelayut di benakku. Rasa ingin ada yang menemani, dan membuatku merasa istimewa.
Tuesday, August 10, 2010
Time capsule
Monday, June 28, 2010
Kisah-kisah Muslimah Indonesia di Jepang



Thursday, December 17, 2009
Mantra

Kang arfi punya mantra sebelum naik panggung atau ngisi training :
- Bismillah,
- Berdoa robbisyrohli shodri, wa yasirli amri, wahlul uqdatal millisaani yafqouli. “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku,”(Thaha (20) : 25–28),
- Ucapan self affirmation, dan
- Takbir.
Monday, September 7, 2009
Beda

Adakah yang membedakan antara orang yang bergerak dan orang yang diam? Kurasa mereka yang bergerak, berkarya, berjuang, pun bertahan adalah benar-benar menarik semesta untuk mengelilinginya.
Adakah beda antara mereka yang berbicara dan mereka yang diam? Terkadang orang tidak tahu betapa banyak orang lain yang menanti ucapan mereka, menanti ilmu mereka untuk diamalkan, menanti nasihat dari hati yang bersih, dan menanti dukungan terhadap kebaikan. Maka tetaplah benar ketika dikatakan lisan lah yang dapat menggelincirkan diri kepada kesombongan dan kekufuran, itulah saat diam menjadi emas. Namun haruskah kita diam ketika kemaksiatan di hadapan mata, ketika umat menanti para pemimpin, dan pembawa perubahan?
Ada pula yang bergerak dalam diamnya, amal-amalnya yang berbicara. Tak jarang yang memilih diam karena tak mau mengambil risiko, bermain aman. Tak ingin menyinggung maupun memberikan apa yang bukan kewajibannya.
Kukatakan, adalah fitrah manusia untuk mengarah dan mengarahkan kepada kebaikan, serta memperbaiki yang belum benar. Hanya saja adakalanya keburukan itu begitu banyak sehingga menjadi kewajaran dan ambang kebenaran yang baru. Sering pula diam, cuek, dan apatis menjadi logika yang dimaklumi dan membudaya, dari hilangnya sopan santun sampai diamnya sikap terhadap suatu kejahatan karena merasa ‘Itu tanggung jawab orang lain, polisi atau siapa lah, dan bukan tanggung jawabku’.
Kuyakin itu hanyalah produk, yang telah mengalami olahan budaya sehingga menjadi sedemikian. Toh masih ada wajah murah senyum, tetangga yang saling mengenal dan berkunjung, serta orang yang mau susah payah menunjukkan jalan ketika kita tersesat.
Maka kusimpulkan, pada dasarnya setiap orang itu adalah baik.
Jika saja semua orang menyadari ada banyak kebaikan dalam dirinya yang dapat mengubah dunia ini menjadi lebih baik, tentu akan lebih banyak orang yang bergerak, dan menebarkan manfaat. Bukankah, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk manusia (dan makhluk) lainnya.
Sunday, June 28, 2009
Konsistensi

Baru saja pagi ini melewati pasar dan area jogging dan rekreasi hari libur. Menyenangkan melihat keramaian; orang berdagang, olah raga, jajan plus ngabring sama keluarga atau teman-teman. Menunjukan betapa berwarnanya hidup ini.
Sampai pada suatu kejadian, ada seorang ibu di depan gerobak tukang kacang ijo, membunyikan mangkok dengan sendok. Saya kira sedang jualan, sampai ibu ini bilang, 'Mang, mang, iyeu kacang hejo bade diical moal?? icalan henteu?'
translasi : 'Pak, ini kacang hijau mau dijual tidak?? jualan ga?'
Ooh ternyata ibu ini sedang memanggil yang punya gerobak.
Lucu juga. Apa si mang nya ga takut gerobaknya dicuri akibat ditinggal-tinggal begitu? tapi mungkin memang tidak, masyarakat disini cukup solider, plus kalo pun ada yang berani maling pasti juga takut dikeroyok massa yang bisa jadi lebih seram daripada polisi.
Jadi kepikiran, ‘Coba si mang nya ada, kan rejeki tuh.’
Lebih jauh lagi, terpikirkan bahwa sering juga saya mengalami hal-hal seperti itu. Ketika ingin membeli sesuatu penjualnya tidak ada, ketika sudah doyan jajanan tertentu ternyata jadwal buka-nya tak tentu atau pemiliknya sudah keburu gulung tikar. Alangkah banyak rejeki yang dinanti ternyata terlewat hanya karena tidak di tempatnya.
Ini bukan perkara berjodoh atau tidak dengan rejeki, tapi seringkali ketidak-konsistenan menyebabkan kerugian yang seringkali tidak disadari. Memang tidak mudah bersikap konsisten, bertanggung jawab pada pilihan yang sudah diambil dan tekun menjalani rutinitas sebagai konsekuensinya. Terutama dalam industri makanan, konsistensi adalah hal yang penting ; konsisten terhadap konsep, konsisten terhadap jadwal buka, konsisten (standar) terhadap rasa dan tampilan masakan, dan konsisten melakukan inovasi.
Dalam islam kita mengenal istilah ini sebagai Istiqomah, namun tak saya ulas banyak di sini. Cukuplah kutipan dari blog ini (rara-banget.blogspot.com) saya tambahkan,
Istiqomah adalah anonim dari thugyan (penyimpangan atau melampau batas). Ia bisa berarti berdiri tegak di suatu tempat tanpa pernah bergeser, karena akar kata Istoqomah dari kata “qamma” yang berarti berdiri. Maka secara bahasa, Istoqomah berarti tegak lurus. Sikap teguh pendirian dan selalu konsekuen.
Muslim yang beristiqomah adalah muslim yang selalu mempertahankan keimanan dan aqidahnya dalam situasi dan kondisi apapun. “Maka tetaplah (istiqomahlah) kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”. (QS 11 : 112).
Istiqomah menimbulkan keberanian. Pemberani bukan nekat tanpa perhitungan. Keberanian yang timbul dalam istiqomah didasari pertimbangan matang dan penuh perhitungan untuk meraih ridha Allah.
Sunday, October 26, 2008
Filosofi 'Nyaris'

Bagaimana Son Go Ku atau Bezita bisa mencapai derajat power Saiya atau Super Saiya Man?
Ya, mereka akan meraih kekuatannya setelah terdesak hingga nyaris mati, babak belur, dan tak bisa bangkit. Hingga yang tertinggal hanyalah semangat dan hasrat kemenangan yang menggebu, bahwa jika ia kalah ia tidak dapat menyelamatkan dunia. Semangat itu meletupkan energi dan memberinya kekuatan. Serta merta Son Go Ku bangkit dengan Kamehameha* yang lebih dahsyat.
Penonton yang harap-harap cemas pun menjadi lega bercampur bangga melihat superhero-nya meraih kemenangan dalam pertempuran.
Semakin jauh dipelajari, cerita dalam fiksi jepang karya Akira Toriyama yang pernah menjadi bestseller internasional ini juga banyak ditemukan dalam kehidupan nyata.
Salah seorang konsultan personalia perusahaan mengusulkan pada karyawan, bahwa jika mereka dihadapkan pada tawaran job yang tingkat kesulitannya berada di atas mereka, jangan serta merta menolak. Hal-hal berikut dapat menjadi alasannya :
1. Tawaran tersebut dapat menjadi peluang untuk meningkatkan kapasitas diri yang akan memberikan kesempatan karir yang lebih besar,
2. Bisa jadi pihak perusahaan ingin menyaring karyawannya yang qualified sehingga dapat lebih dipertimbangkan ketika perusahaan dalam kondisi kritis atau ketika hendak terlibat dalam proyek-proyek yang lebih penting lainnya,
3. Tantangan atau hambatan itu selalu ada, itu sudah menjadi konsekuensi perubahan dan orang yang ingin maju
4. Dengan mempelajari diri dan pengalaman kita dapat mengetahui kapasitas standar dan berapa kali effort yang dibutuhkan untuk menyelesaikan job tersebut
5.Dalam kondiri kritis, namun ingat, bukan tergesa-gesa/deadliner, orang akan menjadi lebih kreatif. Kebiasaan tergesa-gesa sesungguhnya justru membunuh kreatifitas dan menghilangkan ketenangan batin, jadi jangan suka menunda pekerjaan.
6.Pikirkan aneka suplemen dan personal back up yang dibutuhkan hingga terlihat impossible is nothing dalam mengerjakan tugas tersebut,
7. Kepercayaan diri karyawan akan jauh meningkat setelah sanggup melakukan hal yang awalnya terlihat tidak mungkin untuk dikerjakan.
Seorang mentor bisnis pernah berkata bahwa terdapat dua alasan seseorang berbisnis. Yang pertama adalah karena ia mempunyai misi, impian maupun tekad. Impian itu begitu kuat tervisualisasi dalam hati dan pikirannya sehingga ia bersungguh-sungguh mengejarnya dan bertahan apapun hambatannya. Alasan kedua dalah bakat, bakat ku butuh maksudnya, alias karena desakan kebutuhan untuk hidup. Makan. Dalam kondisi sangat butuh, seseorang sudah tidak lagi mempertimbangkan rasa malu dan menjadi lebih peka terhadap peluang yang ada. Jika ia masih percaya Tuhan dan bahwa rejeki itu tidak akan tertukar, niscaya akan selalu ada hari esok untuknya. Selanjutnya yang diperlukan adalah kreatifitas dan daya ekspansi.
Sebetulnya ada satu lagi alasan, yaitu karena kebetulan, - kebetulan ada yang mau beli, kebetulan ada teman yang mengajak, malah jadi keterusan. Namun sebenarnya, kuncinya lebih pada pilihan yang ia ambil, yaitu untuk mengikuti peluang tersebut atau tidak.
Perihal ‘Nyaris’ ini juga dapat kita temukan ketika masa orientasi sekolah atau jurusan. Di balik segala persepsi negatif mengenai OSPEK in, terdapat hal yang menarik atau hikmah, diantaranya adalah peserta akan menjadi lebih tahu karakter, baik diri maupun orang lain. Misalnya ketika dihadapkan pada tugas kelompok, ketika mengambil keputusan dan ketika dalam kondisi terdesak. Biasanya kemampuan dan karakter sebenarnya akan terlihat, yang belum diketahuinya sekalipun.
Sehingga dalam kondisi nyaris jantungan, nyaris pingsan, nyaris tidak tidur, nyaris kelaparan, nyaris bonyok, - terdapat jejak-jejak kemenangan dan karya kita. Khususnya menang terhadap diri sendiri. Toh kita masih berdiri hingga saat ini, itu menunjukkan bahwa kita memang bisa.
Seorang biker pernah bercerita bahwa ia nyaris bertabrakan (bahkan pernah) berkali-kali. Namun pengalaman tersebut melatih kewaspadaan, kesadaran dalam berkendara, serta kepekaannya ketika berhadapan dengan kondisi yang dapat memicu tabrakan, bahkan dari faktor eksternal sekalipun. Kuncinya ada dua, yaitu tawakal dan jangan kapok.
Menarilah dan terus tertawa
meski dunia tak seindah surga
bersyukurlah pada Yang Kuasa
cinta kita di dunia
selamanya
(Nidji-laskar pelangi)
Wednesday, October 22, 2008
Building the character
watch what you think
because he will become what you say
watch what you say
because he will become what you do
watch what you do
because he will become your habits
watch what your habits
because he will become your character
watch what you read, hear, feel, and approach
because he will be the source of thoughts.
do not limit yourself
because the fence is the only one that you created yourself
do not worry about others and your environment
because the only enemy is inside you
do not complain
because of your ways today's your choice
adults
can choose and be responsible for the choice
There are three things in life that must be learned:
1. ability to manage ourselves
2. ability to manage others
3. ability to manage financial
people are living longer than his age
is a person who is the sun for themselves and those around
Friday, June 13, 2008
The Philosophy of Motorcycling

Salah seorang mentor bisnis saya pernah bilang, berbisnis itu seperti menyetir motor, lika liku bisnis dan medan yang dihadapi mirip seperti ketika kita mengendarai motor saja..
Sebelum memahami artinya, sepertinya sudah duluan merasa harus bisa naik motor. Hm, masih belum terlambat ko. Dan subhanalloh, ternyata benar, dari mulai ujian SIM sampai on the road ternyata banyak sekali pelajaran yang berharga yang bisa dipetik. Kalo bisa saya uraikan, kira-kira seperti berikut :
1. Beranilah. Seringkali kita takut duluan sebelum mencoba naik motor, apalagi setelah jatuh/tabrakan. Padahal masalah dalam hidup ini tidak selesai hanya karena kita memilih untuk menjauhinya, takut, timid. Sehingga kita tidak pernah mendapatkan pelajaran darinya, tidak pula mengambil risiko, no risk no gain!
Dalam berbisnis, seringkali keberanian yang terukur membuahkan kesuksesan luar biasa. Selain itu, keberanian juga dapat diasah dengan mengikuti olah raga bela diri. So, be brave! Even if u are a women.
2. Pakai outfit yang sesuai. Syarat aman, efektif dan berkualitas harus tercermin dari perangkat yang kita pakai (tidak hanya obat lho). Baik itu helm, pakaian hangat maupun kendaraan yang sehat.
Dalam berbisnis penampilan itu penting, diantaranya ketika bermitra dan bernegosiasi. Perangkat dan persiapan yang matang adalah 50% kunci keberhasilan.
3. Tentukan tujuan dan kaki-kakimu harus cukup kuat untuk menahan motor dan boncenganmu untuk sampai ke sana. Jika belum, maka berlatihlah, fitnes, angkat barbel, atau pilih saja motor yang lebih kecil.
Pondasi dalam perusahaan adalah manajemen yang solid dan visi yang jelas, 2 hal ini menjadikan suatu perusahaan kuat menopang beban perjalanan usaha.
4. Kenali jalan dan sesuaikan dengan gigi. Untuk usaha pemula tentu gigi satu dominan, tenaga yang besar dan selalu berhati-hati karena jika ceroboh, akan mudah masuk parit atau terlibas pengendara lain.
Terdapat banyak variabel yang menentukan ritme kerja tim, ada kalanya untuk lolos ibaratnya hanya diperlukan gigi 4 karena jalan begitu mulus dan lengang. Tetapi jangan lengah, karena jika lalai siap-siap diklakson atau didahului pengendara lain. Pun ketika menanjak dan kekurangan power, kita harus bisa segera pindah ke gigi 1.
5. Perhatikan spion seperlunya, dan perhatikan jalan di depan lebih banyak.
Belajar dari masa lalu/kegagalan/kesuksesan adalah hal yang penting, tetapi selalu harus lebih banyak menatap ke depan. Masa lalu hanyalah panduan untuk kita melaju ke depan, memilih celah mana yang akan di ambil, serta menentukan kapan saatnya menancap gas.
6. 30 meter ke depan. Jalan lah! Di malam hari atau berkabut, lampu sorot akan memperlihatkan 30 m jalan di depan, setelahnya kita tidak tahu apa yang menghadang. Tetapi begitu kita melaju, lampu sorot akan terus menampilkan 30 m jalan di depan. Mulailah bisnis anda sekarang, jangan terlalu banyak pertimbangan atau kekhawatiran tentang apa yang menghadang. Begitu kita maju, peluang-peluang yang lebih lebar akan bermunculan seiring kita mengenali medan.
7. Engine tune up!
Senantiasa menyegarkan aktivitas dan rutinitas tip atau perusahaan serta mengecek kerusakan adalah suatu hal yang wajib, sehingga bisa lebih produktif dan tahan lama, juga tahan banting.
8. Jika kita sudah berhati-hati, perhatikanlah bahwa sumber masalah bisa datang dari jalanan atau pengendara lain yang ceroboh.
Demikian halnya dengan bisnis maupun perdagangan, kita dituntut untuk selalu memperhatikan lingkungan, fluktuasi pasar serta siaga terhadap perubahan mendadak dan risiko yang mungkin terjadi.
Mengingat krisis BBM, maka kita harus senantiasa mengingat dan mendengungkan kata ‘efisiensi’. Dalam teori Blue Ocean Strategy, istilah ini dijabarkan sebagai ‘memangkas biaya yang tak perlu, sekecil apapun’, dan melakukan penghematan besar-besaran serta ‘menciptakan alternatif’ yang bisa menggantikan sumber pemborosan perusahaan. Dengan demikian produktifitas dapat terjaga dengan biaya produksi yang lebih rendah, bahkan menciptakan peluang-peluang usaha baru. Sumber energi altenatif... hm..
Thursday, March 20, 2008
10 Syarat Studentpreneurship

Oleh Daniel Jimenez, Managing Editor, YOUNG MONEY
Pernahkah Anda memimpikan memulai perusahaan sendiri dan menjadi bosnya? Anda tak perlu menjadi mahasiswa sekolah bisnis terkenal untuk menjadi pengusaha yang hebat. Semua yang Anda butuhkan adalah ide yang baik, etos kerja yang kuat, dan hasrat menggebu untuk mencapai cita-cita.
Ketiga hal ini merupakan bukti paling kuat yang telah disimpulkan pada konferensi tahunan ‘College Entrepreneurs’ Organization (CEO) di AS. Lebih dari 1000 mahasiswa pengusaha berkumpul di Chicago untuk menjalin jaringan dengan para partisipan, mendengar ceramah dari para pemimpin bisnis, mengikuti workshop dan berkompetisi meraih penghargaan.
YOUNG MONEY menanyakan beberapa pengusaha muda untuk berbagi pelajaran yang mereka dapat selama kegiatan tentang bagaimana menjadi mahasiswa pengusaha ;
1) Motivasi yang kuat: Adalah lebih mudah bagi pengusaha muda untuk termotivasi memulai bisnis ketika mereka bertemu pendahulunya yang sudah sukses. “Pengusaha sukses ada di mana-mana selama konferensi ini, beberapa bahkan lebih muda dari saya!” ujar Dan Mulka, anggota senat mahasiswa di Grand Valley State University. “Jika mereka bisa sukses, mengapa saya tidak ?”
2) Inovatif: Inspirasi hadir dalam banyak cara. Inovasi lahir sebagai akibat adanya transfer ilmu pengetahuan. Jika kau mengubah sudut pandangmu dari berbagai sisi, maka kau akan mendapatkan begitu banyak hal yang menarik dan memiliki peluang bisnis.
3) Carilah Mentor: “ Saya sangat percaya bahwa mentoring yang solid merupakan hal utama dalam mencapai kesuksesan sebagai pengusaha.”, Ujar Ryan J. Blair, pemilik PathConnect, perusahaan online network yang bertujuan menghubungkan para mentor dengan pengusaha muda yang memerlukan dukungan dan bimbingan. “Siapapun yang berorientasi bisnis memahami bahwa kita tidak dapat serta merta membatasi dunia luar dan meniti jalan karir sendiri. Adalah dengan belajar dari kesuksesan dan kegagalan orang lain, serta memperhatikan arahan para perintis bisnis dan mentor, sehingga saya dapat meraih profesionalisme dan pemenuhan pribadi dengan nilai tertinggi seperti saat ini..” lanjutnya.
4) Buatlah pengalaman: Bekerja dalam perusahaan yang berorientasi kewirausahaan merupakan cara terbaik untuk membangun relasi dan mempelajari tahap-tahap menuju sukses, nasihat Ryan Allis, penemu dan pemilik Broadwick Corp., provider software berbasis email newsletter di Carolina utara. “Saya bekerja dalam perusahaan wirausaha milik senior saya yang memulai modal dari nol hingga mencapai $1 juta dalam penjualan selama 14 bulan. Tanpa pengalaman itu, saya pasti akan jauh lebih bodoh ketika memulai perusahaan saya sendiri.“
5) Carilah kebebasan finansial: Satu dari keuntungan potensial kewirausahaan adalah memiliki kesempatan untuk mencapai kemandirian finansial. Menurut Roman Brzozowski, Penemu dan Presiden Extreme Auto Detailing Service di Plainfield, “Kunci mencapai kebebasan finansial adalah dengan memahami definisi orang kaya mengenai ‘aset’, investasikan, beli atau ciptakan aset-aset itu. Makna sebenarnya dari ‘aset’ adalah sesuatu yang memberikan uang ke dalam sakumu ketika Anda bekerja ataupun tidak. Kunci kebebasan finansial adalah untuk memliki lebih banyak aset dibandingkan ‘kewajiban’ dan menghabiskan lebih sedikit daripada yang dihasilkan.”
6) Bangunlah tim yang HEBAT: Brzozowski percaya bahwa pengusaha harus pertama kali membangun tim bisnis yang solid di sekitar mereka untuk sukses. Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan mengetahui dari para pendahulu dalam bisnis yang Anda geluti mengenai referensi karakter/pihak yang dapat dijadikan rekan. Anda dapat juga menanyakan profesor di kampus jika mereka memiliki siapapun yang dapat mendukung Anda. Hingga acuan yang paling akhir, bisa saja dengan mencari di buku telepon Anda.”
7) Act Now: Perencanaan yang baik adalah penting namun hati-hati jika menunggu terlalu lama untuk memulai usaha Anda. “Saya melihat begitu banyak calon pengusaha muda dan tua yang memiliki ide –ide bisnis yang hebat namun tak pernah bergerak. Mereka takut untuk keluar dari posisinya. Berhentilah berencana, dan segeralah bergerak! Mulailah hari ini dan seiring perjalanan, Anda akan menemukan relasi baru dan pengetahuan yang akan membuat Anda menggelinding seperti bola salju, maju dan terus membesar, menuju cita-cita akhir Anda. “
8) Network: Mengembangkan relasi bisnis merupakan aspek yang sangat penting, bahkan jika Anda belum siap memulai suatu perusahaan saat ini. Menurut Danielle Alexander, mahasiswa MBA di Rollins College Winter Park, “Mungkin Anda ingin bekerja untuk sebuah perusahaan kecil atau suatu lingkungan beriklim wirausaha dengan anggota 10 hingga 35 atau 50 orang untuk memahami hal-hal apa saja yang terjadi dalam lingkungan seperti itu. Satu hal yang Anda perlukan adalah mendekati pihak-pihak terkait perusahaan atau lingkungan ini yang menerima mahasiswa untuk magang atau bekerja.” (atau bisa juga menghadiri gathering, seminar, dan training para pebisnis. #Pent.)
9) Berlatih kepemimpinan: Sebagaimana kata mereka, pemimpin hebat itu dibentuk, bukan dilahirkan. Aturan yang sama juga berlaku dalam dunia bisnis, jelas Jon Curran, mahasiswa MBA di Rollins College. “Kepemimpinan bisnis dalam banyak hal lebih menyerupai seni daripada ilmu pengetahuan,dan merupakan sesuatu yang harus dibangun melalui latihan. Berperan sebagai CEO merupakan cara ‘aman’ untuk melatih keterampilan ini sebelum Anda keluar dan menghadapi tantangan yang lebih berat.“
© 2005, InCharge® Education Foundation, Inc. All rights reserved.
Translated to Bahasa by. Lesly Septikasari Rustandi, S.Si.
------------------------------------------------------------------------------
Well, looking forward for your progress. Serap ilmunya dan bertindaklah, Sekarang! Karena kesuksesan itu adalah proses..
Sunday, February 24, 2008
The power of one (You)

Saturday, February 9, 2008
Mind Mastery
A complex person.
It’s..
Me, and,
probably you too
When a person is lead to a certain condition he or she doesn’t want it to be. What would to do? Choose, between mad, mourning n regret it, or see what to fix and learn? Somehow even if you don’t decide, you’ve already being decided. As the time goes on, a decision has been made, time will give the answer.
Sunday, December 9, 2007
iNSPirasi
well saya sering begitu,
tapi inspirasi bisa datang kapan saja, bahkan ketika tidak diundang. Allah menciptakan otak kita tidak pernah berhenti bekerja. otak hanya berhenti ketika yang punya tak sadarkan diri, alias koma, atau tak bergerak.
dan begitulah, inspirasi akan datang seiring langkah kita, gerak kita dan aktifitas kita. baik itu pikiran, kata maupun langkah. dengan demikian akan banyak sekali input yang akan kita dapatkan. orang-orang kreatif tidak pernah kehabisan karya, karena mereka punya banyak sekali input.
imajinasi, itu salah satu input penting, lebih penting dari ilmu pengetahuan kata einstein..
perhatikan apa yang kau pikirkan
ia akan menjadi kata-katamu
perhatikan apa yang kau katakan
ia akan menjadi prilakumu
perhatikan apa yang kau lakukan
ia akan menjadi kebiasaanmu
perhatikan kebiasaanmu
ia akan menjadi karaktermu
perhatikan apa yang kau lihat, dengar, dan rasakan
ia akan menjadi sumber pemikiranmu
regards,
Lesly