Pages

Showing posts with label islam. Show all posts
Showing posts with label islam. Show all posts

Monday, October 4, 2010

Makna Adzan Ketika Anak Lahir

http://www.forsansalaf.com/2010/meng-adzani-bayi/
Tulisan berikut disarikan dari uraian Kultum Ramadhan Ust. Quraish Shihab
.......

Seorang ayah pernah berkata kepada anaknya, 'Aku mendidikmu sebelum engkau lahir,'
Sang anak bingung dan bertanya, 'Bagaimanakah itu bisa Ayah?'
Ayahnya menjawab, 'Aku memilihkan ibu yang baik untuk mendidikmu, jika ia tidak pandai niscaya engkau tidak akan terbentuk seperti saat ini.'

Apapun tidakan orang tua akan mempengaruhi sang anak, Oleh karena itu agama menganjurkan untuk orang tua, baik ketika berbaring atau berdiri, selalu dalam kesucian dan berdoa semoga Allah mengkaruniainya anak, dan menjaganya dari gangguan dan rayuan syaithon.

Monday, August 30, 2010

Makanan Halal di Jepang


Tulisan ini dimaksudkan sebagai katalog makanan halal di jepang dan produk-produk yang saya gunakan selama tinggal di Jepang. Hal ini menjadi penting untuk diperhatikan jika anda akan tinggal di Jepang. Banyak jenis makanan yang menggiurkan namun belum jelas kehalalannya. Di sisi lain, sudah banyak pula yang menyediakan daging dan produk halal. 

Tuesday, July 27, 2010

Kultum Ramadhan

Rasulullah SAW bersabda: Hendaklah kamu sentiasa perbaharui iman kamu. Para sahabat Rasulullah SAW berkata 'Wahai Rasulullah SAW, bagaimanakah kami perbaharui iman kami? Rasulullah SAW menjawab 'ucapkanlah Laailaha illallah sebanyak-banyaknya". (HR. Imam Ahmad)

Demikianlah, dalam hidup kita ini ada debu-debu yang hinggap dalam akidah kita. Ada penyakit-penyakit jiwa yang hinggap di hati kita. Oleh karena itu ada kata istigfar, yang bermakna di antaranya memperbaiki dan memperindah. Dan Ramadhan adalah bulannya taubat yang di dalamnya penuh akan keutamaan perbaikan (diri).



Wednesday, July 21, 2010

Meluruskan Arah Kiblat


Seberapa pentingkah bagi kita untuk meluruskan arah kiblat kita ?

Shalat dengan mengarah ke kiblat merupakan 1 di antara 5 syarat sah shalat (Masuk waktu shalat; suci dari hadast; suci badan, pakaian dan tempat; menutup aurat; dan menghadap kiblat). Artinya termasuk hal yang harus dipenuhi sebelum kita shalat. Jika tidak, maka shalat kita dianggap tidak sah. Saat kita di dalam masjidil haram maka shalat kita menghadap ke ka'bah. Jika berada di luar masjid, menghadap ke masjid. Jika berada di luar kota, maka shalat menghadap ke tanah suci makkah (3 kaidah terkait menghadap kiblat sebagai shalat sah shalat menurut madzhab syafi'i).

Tuesday, April 8, 2008

Ketika Aku Mendekati-Mu


Setiap manusia memiliki hakikat diri untuk bergantung kepada Zat yang maha agung, jauh lebih agung daripada dirinya yang fana. Oleh karena itu, di dalam diri dan jiwanya ia merasakan tidak dibiarkan sendirian. Bahkan, ia (merasakan) memiliki hubungan langsung dengan sebuah Mabda` (Sumber Utama) yang selalu memeliharanya, membantunya dan mengawasi segala pemikiran dan kelakuannya, Sumber Utama yang menguasai seluruh dunia dan seluruh makhluk dapat tegak karena-Nya.

Dalam Islam, mengenal Allah (ma’rifatullah) adalah persoalan penting dan wajib, karena hal ini menyangkut aqidah. “Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada ilah melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi dosa orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat-tempat tinggalmu” (QS Muhammad: 19). Dalam ayat ini, Allah Swt. menggunakan fi’il amr (kata kerja perintah) yang berarti wajib setiap Muslim untuk ma’rifah kepada Allah.


Kenal bukan hanya sekedar tahu. Ma’rifah adalah sebuah proses perpikir yang menghasilkan tindakan, baik berupa pernyataan maupun sikap. Imam Ghazali menyatakan bahwa ma’rifah adalah sebuah tingkatan kecerdasan, yaitu mengumpulkan dua atau lebih informasi untuk menghasilkan sebuah kesimpulan. Dan dari kesimpulan itulah muncul tindakan atau sikap. Bukan ma’rifah namanya bila apa yang diketahuinya tidak menghasilkan tindakan. Seseorang yang mengaku mengenal Allah, tapi tidak menghasilkan ketundukkan, ketaatan, loyalitas, dan penghambaan kepada Allah, sesungguhnya dia belum ma’rifah kepada Allah.

Ma’rifah kepada Allah dapat kita lakukan dengan cara memikirkan dan menganilisis semua ciptaan Allah di jagat raya ini. Rasulullah Saw. bersabda, “Tafakkaruu fi khalqillaah, walaa tafakkaruu fi dzatillaah.” Pikirkanlah ciptaan-ciptaan Allah, dan jangan pikirkan tentang Dzat Allah. Demikianlah Al-Qur`an banyak mendorong kita untuk mendayagunakan potensi akal kita untuk mengenal Allah. Barang siapa yang mengenal Tuhan-nya, maka ia akan mengenal dirinya.

Monday, January 28, 2008

Berkenalan dengan 'Aqidah n ESQ'

Aqidah berasal dari kata ‘aqd yang berarti pengikatan. ‘i'taqodtu kadza’ artinya “Saya beri’tiqad begini”. Maksudnya, saya mengikat hati terhadap hal tersebut. Aqidah adalah apa yang diyakini oleh seseorang. Jika dikatakan, “Dia mempunyai aqidah yang benar,” berarti aqidahnya bebas dari keraguan. Aqidah merupakan perbuatan hati, yaitu kepercayaan hati dan pembenarannya kepada sesuatu. Pengetahun dan pengakuan terhadap keberadaan Allah Ta’ala adalah sesuatu yang gamblang, dan orang-orang kafir sekalipun mengakui hal itu. Allah berfirman:

وَ لَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَ الْأَرْضَ وَ سَخَّرَ الشَّمْسَ وَ الْقَمَرَ لَيَقُوْلُنَّ اللهُ فَأَنَّى يُؤْفَكُوْنَ

“Dan jika engkau bertanya kepada mereka: ‘Siapakah yang menciptakan seluruh langit dan bumi serta menundukkan matahari dan bulan?’, niscaya mereka akan berkata: ‘Allah.’ Lalu, betapakah mereka dapat dipalingkan (dari kebenaran)!”(al-‘Ankabut: 61).

Oleh karena itu, ketika Rasulullah saw diangkat menjadi nabi, beliau mengajak mereka kepada tauhid (pengesaan Allah), bukan kepada pengakuan terhadap keberadaan Allah.
Sumber pengakuan dan naluri ini adalah fitrah dan kemampuan batiniah yang telah diletakkan oleh Allah di dalam diri setiap manusia. “Fitrah Allah yang Ia telah menciptakan manusia sesuai dengannya.”(Ar-Rum: 30)

Danah Zohar dan para ahli SQ (Spiritual Quotion) lainnya mengakui adanya God Spot pada otak manusia yang membuktikan setiap manusia memiliki sumber kecerdasan yang bersifat vertikal (yang bersumber dari hubungan antara hamba dengan tuhannya, atau seseorang dengan prinsip-prinsip yang dianutnya). Dalam Al Qur’an disebutkan bahwa di dalam rahim ibunya, manusia sudah mengadakan perjanjian dengan Tuhannya dan mengakui tauhid. Menurut ulama hal ini dibuktikan dengan adanya kecenderungan manusia untuk menerima islam tanpa batas regional, maupun ras tertentu. Sedangkan menurut psikolog, hal ini ditandai dengan adanya ‘Anggukan Universal’ atau suara hati. Misalnya, renungkan jawaban dari peristiwa berikut ;
  • Anda melihat sepotong sampah di daerah yang baru saja dibersihkan, apa yang akan anda lakukan?
  • Anda melihat seorang pengemis menggendong anaknya yang lusuh, apa yang anda rasakan dan lakukan?
  • Anda mengenal seorang negarawan yang Anda ketahui telah memanfaatkan kedudukannya untuk memeras rakyat dan merampok negara. Bagaimana perasaan Anda ?
Jawablah pertanyaan tersebut dengan hati. Maka untuk setiap pertanyaan di atas, akan didapatkan jawaban yang sama pada setiap orang. Bukti bahwa sudah ada software yang menyebabkan setiap orang tersebut condong kepada kebenaran. Dalam beberapa pengertian, ESQ merupakan kecerdasan yang sifatnya universal dan tidak mengarah pada agama tertentu. Sementara di dalam Al Qur’an, Allah SWT berfirman:

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّيْنِ حَنِيْفًا فِطْرَةَ اللهِ الَّتِيْ فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا



“Tegakkanlah wajahmu kepada agama ini secara lurus; yaitu fitrah Allah yang Ia menciptakan manusia atas dasar fitrah tersebut.”(A r-Rum: 30)


Jika setiap orang memiliki suara hati yang berlandaskan pada kebenaran, maka setiap orang pasti memiliki dan akan kembali pada fitrahnya, yaitu tauhid, mengakui Allah sebagai Tuhannya dan Rosulullah sebagai utusannya. Maka upaya untuk meluruskan akidah kita, secara sederhana adalah dengan mengikuti suara hati, fitrah kita. Hanya saja seringkali fitrah ini tertutup oleh nafsu duniawi hingga sulit terdengar. Oleh karena itu, diperlukan ilmu untuk mendekatkan kita pada nilai-nilai kebenaran, dan melepaskan peredam suara hati ini. Allah sudah menyediakan teladan yang paling ideal jika kita ingin mencapai akidah yang bersih yaitu Rosulullah SAW. Dari beliau kita mengambil hikmah dan pelajaran.

Saudaraku, perumpaan Islam adalah seperti bangunan yang kokoh yang ditopang oleh 4 pilar yang jika salah satunya tidak ada maka robohlah bangunan itu. Maka pilar yang pertama adalah akidah yang murni, yang menjadikan kita merasa bahwa kita senantiasa bersama Allah dan akan kembali kepadanya.”dan sesungguhnya tempat kembali kita kepada Allah.” Sementara ketiga pilar berikutnya adalah Ibadah yang shahih dan amal yang shalih, Persatuan umat, dan yang ketiga adalah hukum yang adil dan undang-undang yang shalih, yang diambil dari mata air Kitabullah dan Sunnah Rosul-Nya, bukan dari hawa nafsu.

Ibnul Qayyim mengatakan : “Sesungguhnya Allah SWT menyerupakan pohon tauhid yang bersemi di dalam hati dengan pohon yang baik, akarnya menghunjam dengan kokoh dan cabangnya menjulang tinggi ke atas. Pohon itu terus menerus mengeluarkan buahnya di setiap musim. Jika engkau renungkan perumpamaan ini tentulah engkau menjumpainya cocok dengan pohon tauhid yang telah mengakar kokoh di dalam hati, sedang cabangnya berupa amal-amal saleh di setiap saat, menurut kadar kekokohannya di dalam hati, kecintaan hati kepadanya, keikhlasan hati dalam beramal, pengetahuan hati mengenai hakikatnya, dan penunaian serta penjagaan hati terhadap hak-haknya”

Wallohu’alam bishowab
Dari berbagai sumber